HealthcareUpdate News

Darah Para Superager Menyimpan Petunjuk Rahasia Umur Panjang, Ini Faktanya

Para peneliti menemukan bahwa darah orang yang hidup sangat panjang — khususnya centenarian — memiliki pola biomarker tertentu yang dapat memberi petunjuk penting tentang rahasia hidup sehat hingga usia lanjut.

Para ilmuwan terus mengejar pemahaman tentang apa yang membuat sebagian orang mampu hidup jauh lebih lama dibanding mayoritas populasi. Salah satu pendekatan terbaru adalah menganalisis darah orang berusia 100 tahun ke atas (centenarian) — yang sering disebut superager — untuk mencari petunjuk biologis tentang umur panjang.

Dalam studi yang diawasi para ahli, ditemukan bahwa darah centenarian menunjukkan profil metabolit dan komponen darah yang berbeda dibandingkan orang yang hidup lebih pendek. Secara khusus, kadar beberapa zat seperti asam lemak dan metabolit kunci cenderung lebih rendah dibanding kelompok yang lebih muda, menunjukkan bahwa metabolisme mereka bekerja secara lebih efisien.

Para peneliti menyatakan bahwa profil darah ini bisa jadi “petunjuk penting” untuk memahami mekanisme biologis di balik penuaan yang sehat. Meskipun demikian, mereka juga menekankan bahwa belum ada tes darah yang bisa memprediksi usia hidup secara pasti, karena umur panjang dipengaruhi oleh kombinasi kompleks antara genetika, gaya hidup, lingkungan, serta faktor kesehatan lainnya.

Temuan serupa juga muncul dari riset lain yang meneliti biomarker darah centenarian dan nonagenarian secara panjang waktu. Pada penelitian berkelanjutan yang melibatkan ribuan peserta, para ilmuwan menemukan bahwa nilai biomarker tertentu — seperti kadar glukosa, kreatinin, dan asam urat — cenderung berbeda pada mereka yang mencapai usia lanjut, bahkan lebih dari satu dekade sebelum mencapai usia tersebut. Biomarker terkait fungsi hati, ginjal, metabolisme, dan peradangan juga menunjukkan pola yang lebih “ideal” pada mereka yang hidup panjang.

Read More  Dari Motor ke Gerobak Bakso, Cara FIFGROUP Membantu Warga Meraih Mimpi

Para ilmuwan percaya bahwa karakteristik darah ini bisa menjadi bagian dari teka-teki umur panjang, membuka peluang penelitian lanjutan yang dapat membantu masyarakat hidup lebih sehat di usia lanjut. Namun, mereka juga menegaskan bahwa pola makan sehat, aktivitas fisik, serta kontrol terhadap faktor risiko penyakit tetap merupakan komponen penting untuk mendukung umur panjang secara umum — sesuatu yang masih dipengaruhi gaya hidup dan genetika secara bersama-sama.

Back to top button